KISAH CINTA TERAKHIR RANGGA DI INDONESIA(LANGSUNG END)
Rangga
dengan ayahnya tinggal di London . Hari ini rangga dan ayahnya bersiap untuk
berangkat ke Indonesia, tepatnya di Jakarta.
Mamanya
pun menunggu kedatangannnya di Jakarta.
Ngunggggg….ngungggg…(suara
pesawat) . pesawatpun berangkat ke Jakarta .
Beberapa
jam kemudian….
Akhirnya
pesawat yg ditumpangi rangga dan ayahnya mendarat di jakrta dengan selamat. Dan
disana telah ditunggu oleh mamanya rangga tersayang. Mamanya rangga sangat
senang karena bisa bertemu anaknya. sesampainya di di bandara, rangga dan
ayahnya bergegas menuju pintu kedatangan. Dilihatnya seorang paruh baya namun
cantik menunggunya. Ia pun langsung memeluknya erat.
“Hello
mom, how are you? Are you good?” ucap rangga yang lalu melepaskan pelukannya
“Hello
my boy, fine and happy meet you.” Ucap mama rangga penuh kasih sayng.
“Okay,
good.” Ucap rangga lalu mencium pipi mamahnya dengan lembut.
Akhirnya
mereka bertiga pulang kerumah mamanya rangga, sesampai di rumah Rangga pun
istirahat dan sebelum masuk kamar, mamahnya meminta waktu untuk bicara.
“Rangga..momy
sudah mencarikan mu sekolah.”
“Oh ya
mom? Wow!!” ucapnya gembira
“Besok
kamu sudah mulai berangkat.” Ucap mama nya sambil mengelus pundak rangga
“Aku
senang sekali mom” ucapnya yang langsung mencium kening maamahya
“Yaudah
tidur dulu sana, biar nggak kesiangan.” Ucap mamanya yg langsung berlalu dari
hadapan rangga
“Ok
mom.” Ucap rangga
“Bye my
boy.” Ucap mamanya
Rangga
pun masuk kamar,dan langsung cucu kaki,cuci tangan dan langsung menuju kasur
yang sangat empuk berwarna biru laut dan dipenuhi boneka doraemoen yg telah
ditata mamahnya khusus buat rangga.
S
K
I
P
Pagi
pun tiba, waktu menunjukkan pukul 05:00.
“Rangga..bangun.
Inikan hari pertama kamu sekolah..” ucap mamanya rangga sambil mengetuk pintu
kamar rangga pelan.
“Iya
mom, sebentar.” Ucap rangga yang langsung membuka selimut yg sebelunya menutupi
tubuhnya.
Rangga
pun bergegas menyiapkan semuanya,dan langsung menuruni tangga menuju ruang
makan .setelah beres semuanya rangga langsung menyuruh mamanya untuk
menganterkannya ke sekolah.
SKIP
Mama
nya mengantarkan Rangga sampai depan gerbang sekolah. Rangga langsung menuruni
mobil dan tidak lupa mencium tangan mamanya dan berpamitan pada beliau.
Tampaknya wajah Rangga senang dan sedikit tegang,Karena Rangga tidak terlalu
fasih bahasa Indonesia,ya mungkin hanya beberapa.
Bell
masuk pun berbunyi, guru yg memasuki ruang kelas rangga langsung
memperkenalkannya di depan kelas.
“Pagi
anak-anak..” ucap guru
“Pagi
bu guru” ucap murid murid serempak
“ibu akan
memperkenalkan murid baru.” Ucapnya yg langsung memanggil rangga untuk masuk
kelas, karena sebelumnya rangga menunggu di luar.
“Rangga,
ayo masuk..” ucap gurunya lembut
“Hello
semuanya ,my name is RANGGA DEWA MOELA SOEKARTA, I’m from London. But now I’m
living at jakrta. maaf ka..lau saya nggak terlalu fasih bahasa Indonesia.”
Ucapnya yang langsung menyapa teman teman yg ada di kelas itu.
“Rangga.
Duduklah di dekat Veta, Karena bangku yang kosong tinggal itu.” Ucap guru itu
sabil menunjuk kea rah bangku vera.
Rangga
pun duduk dan menya teman yang berada disampingnya . namun Rangga masih
malu-malu dan agak canggung.
Bel
istirahat pun berbunyi, tetapi Rangga tetap berada di kelas. Di karenakan
rangga masih belum berani keluar kelas. Lalu si Veta mengajaknya ke kantin,
namun Ranggamengelaknya . Veta pun bersikeras memaksa agar rangga mau
bergauldengan temen2 yg lainnya.
“Rangga,
ayo kita ke kantin, Apa kamu nggak laper atau haus?” ucapnya yg memandangnya
tajam
“Nggak
mau ah, pingin di kelas aja lagian aku kan masih canggung sama yg lainnya.”
Ucapnya lembut
“Udahlah,
ntar lama lama kamu kan gak canggung lagi. Ayolahh , kalau kamu nggak mau
yaudah deh, aku ke kantin sendiri.” Ucap veta bersikeras membujuknya
Setelah
Veta memaksa Rangga. Akhirnya rangga menuruti perintah veta, dan veta
memperkenalkan temannya satu per satu pada rangga . Mereka berdua sangat dekat
meski baru bertemu.
Waktu
menunjukan pukul 2 pm . Bell pulang pun berbunyi
Sebelum
mereka pulang ,rangga mengajak veta untuk pulang bareng dan mengajaknya ke
suatu tempat…….
Sebelum
mereka pulang ,rangga mengajak veta untuk pulang bareng dan mengajaknya ke
suatu tempat…….
Rangga
mengajak veta makan siang dan rangga akan mengantarnya pulang. Namun sayangnya
veta menolak ajakan rangga .
‘’veta,
gimana kalo kamu aku anter pulang habis itu kita mampir ke restaurant buat
makan siang. Kamu mau?” ajak rangga yg sedari tadi berada di depan veta.
“Sorry
rang bukannya apa, aku gak bisa menuruti ajakan kamu.sekali lagi maaf ya J “
jelas veta sambil memegan bahu rangga dari depan.
“yah,
kenapa kamu gak bisa? Padahal aku pingin banget ngajak km lunch bareng. Tapi
gak papa lah kalo km menolak J “ ucap rangga memamerkan senyum manisnya
“hmmm….
Ayah aku lagi sakit rang, beliau sakit keras jadi aku gak terga kalo ninggalin
ayah aku sendiri dirumah. Sekali lagi sorry ya rang J “ ucap veta meminta maaf
ke rangga
“bolehkah
aku menjenguk ayahmu? Plissss . yayaa” ucap rangga yg lagi lagi ngeluarin
senyum manisnya.
“mmm…
boleh,taaaapiii (Nampak berpikir)kamu jangan kaget dengan keadaan hidupku,rumah
gubuk aku ya“ ucap veta gelisah
Rangga
hanya tersenyum mendengar perkataan veta yg membolehkannya mengunjungi
rumahnya. Lalu mereka langsung menaiki mobil rangga dan langsung berangkat
menuju rumah veta.
SKIP
10
menit kemudian akhirnya mereka sampai dirumah veta yg tdk jau dari sekolah .
mereka menuju ke sebuah lorong yang disana terdapat sebuah gubuk yg reot.
rangga yg melihat keadaan rumah veta ,dia tampak iba dan terharu.
“ayoo
rangga masuk,akan aku kenalin dengan ayahku . oh iya beginilah keadaanku yg
Nampak memprihatinkan.” Ucapnya pasrah
“oh oh
iyaaa iya.dimana ayahmu? Hmm.. gak papa lah santai aja “ ucap rangga tersenyum
manis melihat senyum veta.
Setelah
selesai melihat keadaan ayah veta, mereka ngobrol ngobrol dan bercerita apapun.
“oh iya
aku lupa, aku buatin minum ya . tunggu bentar, ok J
“gak
usah repot repot, aku langsung pulang aja . kasian mamaku nunggu . nanti dia
khawtir. “ ucap rangga sambil menahan tangan veta.
“yaudah
kalo gitu, aku antar sampai depan ya’’ ucap veta yang langsung menuju depan
pintu untuk mengambil sandal.
akhirnya
rangga sampai di depan gang rumh veta yg amat sempit,ia langsung berpamitan
pulang . ranggapun langung menjalankan mobilnya dan mobilnya mulai menjauh dari
hadapan veta.
SKIP 30
menit kemudian rangga sampai di rumahnya dan langsung memencet bell rumahnya agar
dibukakan pintu oleh mamanya. Setelah mamany rangga membukakan pintu rangga
langsung pergi menaiki anak tangga 1 per 1 dengan hati hati dan langsung menuju
sebuah ruangan yg berada dipojok ruangan yg amat luas,yang tak lain adalah
kamarnya.ia langsung membuka kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya ke kasur
.
Rangga
terus terbayang bayang wajah veta yg amat cantik, namun disisi lain ia
memikirkan keadaan veta yg sangat memprihatinkan. Ia berppikir agar ia bisa
membantu ayahnya berobat ke dokter . setelah lama ia berpikir bagaimana cara ia
mendapatkan uang,ia langsung menuju ruang keluarga. Disana terlihat mamanya yg
lagi asik nonton tv. Rangga pun berniat untuk meminjam sedikit uang pada
mamanya. Saat mamanya bertanya untuk apa ia meminjam uang?. Rangga pun
menjelaskan semua tentang veta. Mamanya langsung menuju kamar untuk mengambil
uang yg berada dalam dompet beliau. Setelah mamanya memberikannya uang, rangga
langsung menuju ke kamarnya.
Tiba
tiba dadanya terasa sesak dan sakit. Lalu ia meminta tolong pada mamanya untuk
mengambilkannya obat.
“mom,
tolong ambilkan rangga air putih dan obat rangga ” ucap rangga sambil memegangi
dadanya erat.
“iya
sayang , bentar tunggu ya” ucap sang mama
Akhirnya
mamanya selesai mencari obat yg dimaksud oleh anaknya, beliau pun langsung
memberikan obat dan air putih itu menuju kamanarnya.
“aduh,,kamu
sakit lagi ya? Yaudah ini obatnya dan juga minum. Abis ini kamu istirahat ya
syang” ucap sang mama sambil membelai rambutnya .
”iya
nih mom, gak tau tiba tiba dada rangga kerasa nyeri dan sesak banget. ‘’
ucapnya menjelaskan pada sang mama
“yaudah
kalo gitu kamu istirahat ya. Besok kita ke dokter ya rangga?” ucap sang mama
padanya
Saat
mama nya berkata ke dokter , rangga langsung bersikeras menolaknya. Karena apa?
Karena dia ingin cepat cepat memberikan uang yg ia pinjam dari mamahnya ke
veta.
S K I P
Pagi
pun tiba,waktu menunjukan pukul 06.00 . gak biasanya rangga jam segitu belum
bangun. Namun mama rangga membiarkannya. Di pikiran mamanya rangga , rangga
masih skit sehingga beliau tidak membangunkannya. Sekarang waktu sudah
menunjuka 06.15 . tiba tiba rangga terbangun dan langsung bergegas mandi dan
siap siap. Namun ia tidak sarapan terlebih dhulu karena udah terlambat.
“mom,
ayo berangkat sekarang aku udah telat nih” paksa rangga pada mamanya
“eh eh…
gak makan dulu? Obatnya udah diminum belum? “ Tanya sang mama.
“hmm…
aku gak sarapan. Kalo soal obat tadi udah rangga minum. Ayolah mom berangkat. “
ucap rangga bohong.
“iy
bentar bentar, mommy ambil kunci mobil dulu.”
Mamanya
langsungsung mengeluarkan mobil dari garasi dan langsung tancap gas menuju
sekolah rangga. Sesampainya di sekolah rangga langsung berlali menuju kelasnya
Karena bell masuk udah bunyi. Sesampainya dikelas rangga langsung menuju
kebangkunya. Rangga pun langsung memberikan uangnya pada veta.
“hai
veta,ada sesuatu buat kamu terima yaJ “ ucap rangga sambil memberikan uangya
“Ih
rangga gak usah repot repot kaliii…. nih” Ucap veta dan menyodorkan kembali ke
rangga
“Udah
terima aja ,aku ikhlas kok . ini buat ngebantu kamu, kan bisa buat berobat ayah
kamu” ucap rangga menyodorkan kembali uangnya ke veta sambil tersenyum manisJ
“ok deh
aku terima. Thx ya rang , ehh…ehh… kelihatannya kam pucat ?kamu sakit ya?” ucap
veta smbil memperhatikan wajah rangga
“ahh,
gak papa. Ini udah biasa J” ucap rangga bohong
“kamu
bohong, udah jelas jelas kamu pucet gitu. Lebih baik kamu ke UKS.”
Veta
pun manyuruh rangga ke UKS,namun rangga menolaknya.
Pelajaran
pun dimulai. Ditengah tengah pelajaran tiba tiba rangga merintih kesakitan
karena dadanya terasa nyeri lagi. Guru yang sedang mengajar dikelasnya menyuruh
nya pergi ke UKS. Veta mengantarkan dan menemaninya di UKS dan menelfon mama
rangga.
“sabar
ya rang, apa kamu bawa obat? “ Tanya veta yg Nampak khawatir dengan keadaan
rangga.
“aku
gak bawa obatnya. Vet dadaku bener bener sakit. Aku udah gak kuat.” Ucap rangga
yg mesih memegangi dadanya. Tiba tiba ia tak sadarkan diri.
20
menit kemudian mama rangga sampai di sekolahnya dan langsung membawa rangga ke
rumah sakit.
Sesampainya
di rumah sakit rangga langsung dibawa menuju ruang UGD. Mamanya rangga dan veta
menunggu di luar. Veta mondar mandir di depan ruang UGD sambil memainkan jari
jari mungilnya. Setelah menunggu sekitar 1 jam , lalu keluar seorang laki laki
memakai pakaian berwarna putih yg tak lain dokter rangga.
“dok,
gimana keadaan anak saya? Apakah dia baik baik saja? Jawab dok “ Tanya mamanya
rangga bertubi tubi
“maaf
bu, kanker paru paru yg menyerang tubuh anak anda semakin parah dan kanker nya
sudah menyebar keseluruh tubuhnya. Mungkin ia tak dpt bertahan lama. Tinggal
tunggu takdir dari Allah.” Jelas sang dokter
Veta yg
sedari tadi berdiri di belakang mamany rangga , dia mendengar perkataan dokter
veta langsung mengeluarkan benih benih air mata yg tak dpt ia bending lagi.
Begitu juga mamanya rangga.
Sudah 3
hari rangga dirawat di rumah sakit . selama rangga di rumah sakit veta tidak
pernah absen untuk menjenguk rangga di rumah sakit. Mereka berdua saling
bercada,dan bersenda gurau .selama veta menjenguknya dan beraada didekatnya ia
Nampak senang .
SKIP
1
Minggu sudah rangga dirawat di rumah sakit dengan bantuan masker oksigen.
Akhirnya kesehatan rangga sudah membaik dan rangga diperbolehkan dibawa pulang
ke rumah. Kini mamanya rangga sedang mengurus administrasi rumah sakit.
Sedangkan veta membereskan barang barang rangga yg berada di rumah sakit. Kini
rangga sudah bisa duduk da jalan. Saat sudah beres semua mamanya rangga
langsung mengambil mobil yg tadinya di parkiran menuju depan rumah sakit .Veta
juga mengantarkan ranngga pulang.
SKIP
2 hari
kemudian. Kini rangga sudah sehat dan ia sudah mulai kembali bersekolah. Rangga
merasa senang karena udah bisa kembali sekolah dan juga bisa berkumpul lagi
dengan veta.
Pagi
pun tiba , waktu menunjukan pukl 6 am. Rangga bersiap siap untuk berangkat
sekolah. Sesampai di sekolah dia langsung menuju bangkunya yg bberada disebelah
veta. Ia mengagetkan veta yg sedang asik membaca novel. Veta kaget dan terkejut
dan langsung memeluk rangga refleks. Waktu pelajaran dimulai rangga gak konsen
apa yg di pelajari hari ini, di pikirannya hanya da bayang bayang veta. Rangga
memikirkan bagaimana cara dia nembak veta,karena rangga suka dengan gadis
cantik , lembut , dan rambutya yg panjang tergerai.
Bell
istirahat pun berbunyi. Mereka berdua pergi kekantin seperti biasa. Saat mereka
berjalan menuju kantin rangga sedikit gugup saat jalan dengan veta, ini gak
seperti biasanya. Sesampai di kantin rangga dan veta mencari tempat duduk dan
langsung memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang mereka berbincang
bincang dan bersenda gurau
“eh
veta, nanti pulang sekolah aku ajak ketaman deket sekolah ok J ?” ucap rangga
sambil mengerdipkan mata kanannya.
“hmmm,,,
gimana ya?(tampak berfikirsejenak) ok deh , tp sebentar aja ya. Kan aku harus
jaga ayahku”uacap veta yang asik menggaruk kepalanya yg sebenarnya tidak gatal
“Ok J
no problem” ucap rangga sambil mengacak acak rambut vetta yg panjang,lurus dan
tergerai
“Ih
rangga. Rambutku ntar rusak atuh.aku cubit nih :p ” Ucap veta sambil mencubit
pipi bakpao nya rangga
SKIP
Bell
pulang pun berbunyi . mereka berdua langsung pergi ke taman yang tak jauh dari
sekolah. Mereka sepakat buat jalan kaki kesana.
(sampailah
di taman)
Rangga
langsung menyatakan cintanya pada veta. Ia memandang lekat ke wajah gadis yang
amat cantik itu.
“vet,
liat aku . sebenarnya aku suka sama kamu dari pertama aku liat kamu. Kamu
sangat cantik,pinter, baik pokoknya kamu perfect dimataku. Would you be my
girl?” ucap rangga yg masih memandang lekat wajah veta.
“hmmm,,,
sorry rang,aku gak bisa” ucapnya yg langsung menundukan kepalanya.
“vet,
liat wajah aku. Apa bener perkataan kamu barusan ? jawab” ucap rangga yg
kelihatan kecewa pada rangga.
“maaf
rang, aku bener bener gak bisa” ucapnya lagi pada rangga
“ok no
problem. Tapi jawab yg jujur, Apa kamu gak mau punya pacar penyakitan kayak
aku?jawab yg jujur vet?” ucap rannga yg masih memegang bahu veta erat.
“gak
seperti yg kamu pikirin rang, tapiiiii” tiba tiba ucapan veta terhenti
“udahlah
vet” ucap rangga yg langsung meninggalkan veta dengan wajah sedih dan kecewa.
Saat
rangga sudah beranjak pergi, Veta tetap duduk di taman itu dan menangis “maafin
aku rang,sebenarnya aku juga suka kamu,tapiii ini semua gak mungkin. Aku miskin
sedangkan km kaya. Apa mungkin orang tuamu mau nerima aku? “ ucapnya dalam hati
Tiba
tiba datang segerombolan cowok nakal sedang menggoda Veta. Rangga yg mendengar
veta berteriak ia pun langsung mencari suarra itu berada dan saat rangga
melihat kejadian itu ia langsung menghajar segerombolan cowok itu. Namun apa
daya, rangga dihajar habis habisan oleh segeromolan cowok nakal itu,dengan
seketika itu rangga langsung pingsan. Saat Veta melihat keadaan rangga yg sudah
pingsan dan tersungkur di tanah ia langsung menelfon ambulance dan orang tua
rangga.setelah ambulance dating Rangga langsung dibawa ke Rumah Sakit . kondisi
rangga saat ini sangat kritis, dan rangga hanya tergeletak tak berdaya di ruang
UGD . setelah tangani oleh dokter selama kurang lebih 1 jam rangga dipindahkan
keruang operasi. Orang tua rangga langsung menandatangani persetujuan kalo
rangga siap dioprasi. Rangga langsung di pindahkan keruang operasi dengan 2
perawat cewek dan 2 lagi perawat cowok.
Keluarga
rangga dan Veta yang dari tadi menunggu rangga selesai operasi , namun lampu yg
berada di ruang operasi belum juga padam. Tandanya rangga masih dalam proses
oprasi. Di dalam sana seperti ada teriakan dokter yg sedang menyuruh perawatnya
. mereka yg sedang menunggu rangga sangat sedih melihat keadaan rangga yg
sedang bertaruh nyawa di ruang operasi. Mereka hanya bisa berdoa antara hidup
dan matinya rangga. Veta yg dari tadi mondar mandir ia menangis tak henti
hentinya dan juga sang mama rangga. Setelah 5 jam menunggu tiba tiba lampu yg
ada di depan pintu ruang operasi padam, seorang dokter keluar dari ruangan
dimana rangga terbaring.
“permisi,
apakah ini keluarga rangga?” kata dokter
“iya
betul saya mamahnya dan ini papanya. Gimana keadaannya dok?”ucap mama rangga
dan papah rangga ,dengan suara panik
“hmmm,operasi
anak anda telah selesai . namun keadaannya masih kritis , tapi dia sudah
siuman.” Jelas sang dokter.
“rangga
udah siuman dok? yang bener dok “ kata veta,dengan raut wajah gembira
“iya,Alhamdulillah.
Tapi rangga ingin bertemu dengan yg bernama Veta .” terang sang dokter
“i..iya
dok, sa..sa ya ve..ta” ucap veta dengan suara terbata bata dengan matanya yg
sembab
“baiklah,
sekarang anda masuk.” Ucap sang dokter.
Veta
langsung menghampiri rangga dan lansung memeluknya dan rangga tersenyum manis.
Saat berada di pelukan rangga veta menangis tersendu melihat keadaan rangga yg
sangat meprihatinkan.
“kenapa
rangga selalu tersenyum, meski dia lagi skit seperti ini. Diia ini memang cowok
yg tegar” ucap veta berkata dalam hati sambil menangis
Rangga
melepaskan pelukan Veta yg amat erat , dan sepertinya dia ingin berbicara
sesuatu dengan veta. Rangga pun langsung membuka masker oksigen yg
dikenakannya.
“veta
aku ingin bicara dengan kamu “ ucap rangga dengan nafas yg terhenga henga
“iya
rang, aku akan dengerin semua apa yg ingin kamu bicarakan “ucapveta sambil
menangis
“
jangan nagis dong,, ayoo senyum,ntar jd jelek loh :D hehe…” ucap rangga sambil
menghapus air mata veta yg jatuh dipipinya.
“ ih
kamu, masih sempet sempetnya bercanda. “” ucap veta tersenyum terpaksa.
“nah
gitu dong kan cantik J hehe… “” ucap rangga tertawa
“ o iya
rang, aku mau minta maaf sama kamu” ucap veta yg lalu memegang erat tangan
rangga
“ loh,
kenapa km minta maaf ? km gak salah apa apa peri cantik J” ucap rangga yg
membalas pegangannya.
Namun
veta malah menangis sehingga membasahi seluruh pipinya. Lagi lagi rangga
mengusap air mata veta, Veta hanya tersenyum melihat wajah rangga yg sangat
manis,meski lagi sakit.hehe… J
Ragga
pun melanjutkan pembicaraan yg ingin dia katakana untuk veta.
“sebelum
aku pergi, aku cuman mau bilang I LOVE YOU
Vetapun
menjawab “ I LOVE YOU TOOAND I HEART YOU TOO RANGGA. I ALSO LONLEY WITHOUT YOU
RANGGA.” Veta langsung membalas ciuman rangga.
“are
you sure?” Tanya rangga meyakinkan
“yeah,
I’m sure…rangga, I’m sorry. I've lied to you. I actually love you. but we are
different status. I'm afraid if your parents don’t like with me. (maaf rangga ,
aku sudah bohong denganmu . sebenarnya aku sayang kamu . tetapi kita beda
status . aku takut jika orang tua mu tidak suka denganku)” ucap veta dengan
logat inggrisnya
“ orng
tuaku pasti menerimamu dengan baik veta, tp semua ini udah terlanjur veta. Aku
udah gak kuat menhan penyakitku. Aku bener bener gak kuat. “ ucap rangga dan
akhirnya rangga menangis
“kamu
gak boleh ngomong kayak gitu. Kamu haris kat rang… aku sayang kamu. Jangan
tinggalin aku.” Ucap veta menangis sejadi jadinya.
Tiba
tiba tangan rangga yg tadinya memegan erat tangan veta tiba tiba terlepas
tubuhnya kaku, dingin dan wajahnya pucat. Alat pendeteksi jantung rangga
memperlihatkan garis lurus dan tandanya rangga telah meningga.veta yang berada
disitu langsung menangis sejadi jadinya dan memeluk erat tubuh rangga yg sudah
tak bernyawa lagi. Veta berteriak dan tersungkur jatuh lalu menangis sejadi
jadinya. Suster dan dokter yg mendengar teriakan veta langsung memasuki ruangan
dan memeriksanya. Namun rangga sudah tak dpt di selamatkan lagi. Orang tua
rangga yg mendengar kata kata kalau rangga sudah tak bernyawa langsung menangis
dan mamahnya rangga tiba tiba jatuh pingsan. Lalu veta keluar dan meninggalkan
ruangan yg dimana rangga berada. Veta langsung pergi ke taman yg biasa dia
kunjungin terakhir kali bersama rangga. Disana veta berteriak sekencang
kencangnya dan menangis .
“RANGGAAAAAAAAAAAAAAAAA………………KENAPA
KAMU TINGGALIN AKUUUUUUU……….. I LOVE YOUUUUUUUUUUUUU………………………… “teriak veta
kearah danau yg berada di taman.
S
K
I
P
Akhirnya
rangga telah dimakamkan. Sekarang sudah tak terlihat lagi keceriaan rangga dan
senyumnya yg amat manis. Namun ini seua adalah takdir yg tak dapat dielak lagi.
2 hari
kemudian
Veta ke
makam rangga sambil menagis dan memberi bunga dia atas makam rangga. Tiba tiba
HP veta berbunyi. Ternyata momy rangga yg menelfonnya untuk menemuinya di rumah
rangga. Veta pun langsung berlari dan mencari angkot menuju rumah rangga.
S K I P
DI RUMAH RANGGA
Setelah
sesampainya rumah rangga mamanya rangga langsung memberikan sebuah kotak yg
bertuliskan “ini kado dan surat buat veta” dan ternya berisi 2 gelang karet
bertuliskn “love you veta “ dan yg satunya bertuliskan “love you rangga”
Dan
suratnya bertuliskan :
I LOVE
YOU I LOVE YOU and I HEART YOU. I JUST LOVE YOU .MY LIVE LONLEY
WITHOUT YOU. Thx udah buat aku jatuh cinta padamu. Dan makasih udah buat aku
bahagia selama hidupku. Maaf jika suatu saat nanti aku akan meninggalkanmu
selamanya. Simpan baik baik gelang itu,dan jangan berlarut larut dalam
kesedihan. Kamu harus bahagia dan mencari pengganti aku. Bye peri cantik
THE END
good
BalasHapus